Tanpa Teori Musik, Bakat Tiada Artinya

Haruskah setiap musisi belajar teori musik? Apakah itu benar-benar diperlukan? Ada beberapa musisi yang mengklaim bahwa belajar teori musik sangat membantu, sementara yang lain bersikeras bahwa belajar teori musik entah bagaimana akan membuat kalian berpikir terlalu banyak tentang seni. Jadi siapa yang benar di sini? Mari kita berpikir tentang apa yang akan terjadi pada keterampilan musik kalian jika bersedia meluangkan waktu untuk mempelajari teori musik.

Belajar musik akan membantu kalian memahami apa yang dikatakan musisi lain ketika mereka berbicara tentang musik. Teori musik juga bisa membantu kalian berimprovisasi dan meningkatkan keterampilan atau kemampuan bermain solo. Inilah mengapa orang-orang yang berbakat bermusik tidak semuanya sukses, karena mereka kurang paham tentang teori musik. Selain masalah tersebut teori musik juga akan membuat kalian memiliki lebih banyak pilihan kariri. Misalnya menjadi pengajar atau guru musik.

Yang paling penting adalah dengan teori musik kalian bisa tampil dengan ide-ide musik yang kreatif dan lebih konsisten. Mencoba untuk menulis musik yang benar dan ekspresif tanpa mengetahui teori ini mirip dengan mencoba berjalan dengan mata tertutup. Kalian mungkin tetap bisa menggapai tujuan tetapi prosesnya akan jauh lebih lambat, diisi dengan lebih banyak rintangan dan seringnya hasilnya kurang memuaskan.

Mereka yang berpendapat bahwa belajar teori musik menghambat kreativitas mungkin karena mereka tidak pernah belajar teori dengan guru yang baik. Akibatnya, pengetahuan apa pun yang telah dipelajari sebagian besar tidak berguna. Selain itu, ada beberapa yang mengklaim bahwa gitaris seperti Jimmy Hendrix dan Stevie Ray Vaughn tidak belajar teori. Ini mungkin benar, tetapi tidak sepenuhnya benar karena keduanya setidaknya memiliki pemahaman konsep-konsep dasar seperti skala pentatonik.

Argumen lain yang kadang-kadang muncul terhadap teori belajar adalah bahwa teori musik entah bagaimana memaksa kalian untuk hanya memikirkan dan menulis musik dengan cara yang terstruktur sesuai dengan aturan yang ketat dalam teori musik. Ingat, teori musik tidak benar-benar merupakan seperangkat aturan. Sebenarnya aturan itu merupakan satu set pengamatan tentang bagaimana musik harus ditulis dan apa yang membuat musik terdengar baik. Beli drum, piano atau keyboard dan pelajari teori musiknya agar kalian tak hanya sekedar menjadi pemain instrumen namun seorang musisi sejati.

Apakah Drum Adalah iIstrumen Musik yang Paling Sulit Dipelajari?

Banyak yang berpendapat drum merupakan alat musik yang paling sulit dipelajari karena permainannya menuntut fisik yang kuat. Dalam permainan drum kedua lengan dan kaki harus bermain sama kuat dalam tempo dan jangka waktu tertentu, dalam beberapa kasus bermain drum bisa membuat kalian berkeringat layaknya sedang berolahraga. Hal inilah yang membedakan drummer dengan pemegang instrumen lainnya seperti pianist atau gitaris.

Pianist sebenarnya tidak jauh berbeda dengan drummer, ketika mereka memainkan 10 notes yang berbeda sekaligus dibutuhkan juga kerja tangan dan kaki sehingga cukup sulit juga memainkannya. Seorang pemain biola yang biasanya hanya memainkan satu atau dua notes pada satu waktu juga mengalami kesulitan yang sama dengan para pianist. Lalu ada instrumen terompet yang membuatuhkan keahlian hebat dalam kontrol napas dan kekuatan wajah dan kelincahan.

Padahal terompet hanyalah sebuah tabung yang dibentuk sedemikian rupa,namun untuk memainkannya kalian membutuhkan kekuatan pernapasan yang sama seperti ketika kalian berenang, pikirkan tentang kekuatan paru-paru yang digunakan oleh para pemain terompet betapa hal itu juga sulit dilakukan. Begitu juga dengan drum, jangan tertipu oleh kesederhanaan jelas instrumen perkusi. Sebuah drum sederhana tetap membutuhkan rasa, waktu, tenaga dan akurasi untuk memainkannya.

Banyak perkusionis mahir mengalami kesulitan mengunci ke waktu tertentu, tidak banyak orang mampu mengatur irama sedemikian rupa. Intinya drum memang sulit dimainkan namun bukanlah instrumen yang paling sulit dipelajari karena setiap instrumen memiliki bagian tersendiri yang sulit didalami. Jika kalian tertarik dengan drum, beli drum dan pelajarilah instrumen ini sebaik mungkin, jangan mudah menyerah hanya karena alat musik ini begitu rumit dimainkan.

Jika kalian berpindah instrumen, percayalah hal yang sama akan kembali terulang kesulitan kembali menghadang. Beranilah untuk belajar hal-hal baru dan menerima kesulitan sebagai tantangan yang akan membuka masa depan kalian menjadi lebih baik.

Tips Sukses Manggung Di Stadion Untuk Drummer

Kadangkala konser musik tidak selalu dilakukan didalam sebuah hall melainkan di lapangan sepakbola, tengok saja beberapa musikus atau band yang telah melaksanakan konser di stadion Gelora Bung Karno (GBK), dari band dalam luar negeri sampai luar negeri pernah bermain musik didalam stadion kebanggaan Indonesia ini. Ada nuansa yang berbeda ketika kita menonton band tampil didalam stadion dengan hall bukan?

Biasanya jika konser dilakukan dilapangan luas seperti stadion suaranya agar berdengung tidak sebagus jika diadakan didalam hall. Hal ini terjadi karena berbagai sebab khususnya cuaca berangin, tapi ternyata ditengah banyaknya kegagalan band ketika menggelar konser didalam stadion banyak juga yang berhasil, salah satunya adalah drummer pink Mark Schulman. Ia selalu terlihat bagus saat tampil dipanggung stadion. Berikut ini adalah hal-hal yang membuat Mark selalu sukses bermain di dalam konser yang diadakan di dalam stadion

a. Dapatkan gear yang tepat
Aksesoris adalah kunci dari semua hal tentang musik yang tepat. Sebelum tampil Mark selalu menyempatkan diri mengecek seluruh drum kitnya untuk membangun kit yang benar-benar hebat. Ia biasa menggunakan hingga lima tom-tom dan 13 simbal. Set-up pun menjadi hal yang wajib dilakukan seorang diri, dalam beberapa penampilan Mark menggunakan dua jenis bass drum independen yakni 24 “x16” dan “x20” 20. Keduanya dipasang namun tidak serempak digunakan, hanya digunakan sesuai kebutuhan saja. Baginya menciptakan musik menarik dilakukan dengan penempatan dan penggunaan kit yang tepat.

b. Tetap positif
Mark berpesan seburuk apapun kalian jangan menghindari dari orang lain, tetaplah berpikir positif dan memiliki tujuan untuk menyenangkan orang lain bukan hanya mendapatkan uang. Banyaklah mengucap rasa syukur atas segala pujian yang menghampiri namun tetap rendah hati ketika ada orang lain yang meminta bimbingan. Untuk menjadi seorang drummer kalian tidak boleh berpikir negatif, karena pikiran negatif hanya akan mengundang banyak kekecawaan yang pada akhirnya membuat kalian berhenti berusaha.

c. Jadilah seperti air
Ketika kalian menuangkan air ke dalam cangkir maka bentuk air akan sama seperti cangkir, begitupun jika kalian menuangkan air ke dalam teko, air itu akan berbentuk teko. Sepanjang karirnya, Mark telah menjadi additional banyak band dalam waktu singkat. Dengan hanya dua hari untuk mempelajari materi dan tidak ada latihan sebelum pertunjukan pertamanya dengan band, Mark harus bisa bermain dengan benar. Mark belajar baik tentang bagaimana harus membeli drum yang tepat dan bermain dengan benar dalam waktu cepat

Cedera Menghantui Pianis

Kata siapa cedera hanya menimpa olahragawan, musisi khususnya pianist ternyata juga berpotensi mengalami cedera, bahkan umumnya sangat parah, bahkan banyak pianist mengaku rasa sakit itu begitu mengerikan. Daftar pianis terkenal yang pernah mengelami cedera parah juga tidak sedikit, Gary Graffman, Leon Fleisher, Wanda Landowska, Artur Schnabel, Alexander Scriabin, Ignaz Friedman, Sergei Rachmaninoff, Clara Schumann, Glenn Gould, Michel Beroff dan  Richard Goode adalah segelintir pianist yang dilaporkan pernah merasakan cedera akut.

Dalam kebanyakan kasus cedera tidak mengakhiri karier, tapi memaksa mereka membatalkan konser atau tur, atau pembatasan repertoar. Ini adalah situasi yang tragis, karena cedera dapat dicegah dan disembuhkan. Sayangnya, pada beberapa literatur tentang cedera pianis tidak menjelaskan bagaimana cedera bisa terjadi. Padahal cedera dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Cedera yang paling banyak dialami pianist sendiri lebih banyak disebabkan oleh gerakan cepat.

Tangan dan lengan pianist dapat bergerak dalam banyak cara, tetapi hanya ada beberapa yang mendapat tekanan ekstra yakni tendon dan jaringan lunak lainnya. Jika seseorang bergerak dengan cara cepat dan berulang-ulang selama periode waktu yang panjang, struktur tendon mereka yang rentan dapat terluka. Untuk menghindari ini pianist perlu memahami bagaimana melakukan permainan  “efisien” atau “bebas stres” yang bisa menghindarkan pianist dari cedera berat,  dalam pengertian ini adalah soal fakta anatomi, bukan dari kesadaran.

Kesadaran memberitahu kita apakah gerakan tertentu menyebabkan sakit, sayangnya kesadaran tidak memberitahu kita apakah gerakan yang sama berulang-ulang jutaan kali selama periode tertentu akan menyebabkan cedera. Perhatikan juga bahwa tekanan untuk gerakan tidak hanya soal posisi atau penampilan luar. Yang bisa kalian lakukan adalah mengurangi periode permainan cepat. Beli piano dan latihlah diri kalian untuk belajar bermain piano dengan cepat namun tetap ingat ya tubuh kalian punya batasan, jadi kurangi intensitas berlatihnya saja.