Cedera Menghantui Pianis

Kata siapa cedera hanya menimpa olahragawan, musisi khususnya pianist ternyata juga berpotensi mengalami cedera, bahkan umumnya sangat parah, bahkan banyak pianist mengaku rasa sakit itu begitu mengerikan. Daftar pianis terkenal yang pernah mengelami cedera parah juga tidak sedikit, Gary Graffman, Leon Fleisher, Wanda Landowska, Artur Schnabel, Alexander Scriabin, Ignaz Friedman, Sergei Rachmaninoff, Clara Schumann, Glenn Gould, Michel Beroff dan  Richard Goode adalah segelintir pianist yang dilaporkan pernah merasakan cedera akut.

Dalam kebanyakan kasus cedera tidak mengakhiri karier, tapi memaksa mereka membatalkan konser atau tur, atau pembatasan repertoar. Ini adalah situasi yang tragis, karena cedera dapat dicegah dan disembuhkan. Sayangnya, pada beberapa literatur tentang cedera pianis tidak menjelaskan bagaimana cedera bisa terjadi. Padahal cedera dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Cedera yang paling banyak dialami pianist sendiri lebih banyak disebabkan oleh gerakan cepat.

Tangan dan lengan pianist dapat bergerak dalam banyak cara, tetapi hanya ada beberapa yang mendapat tekanan ekstra yakni tendon dan jaringan lunak lainnya. Jika seseorang bergerak dengan cara cepat dan berulang-ulang selama periode waktu yang panjang, struktur tendon mereka yang rentan dapat terluka. Untuk menghindari ini pianist perlu memahami bagaimana melakukan permainan  “efisien” atau “bebas stres” yang bisa menghindarkan pianist dari cedera berat,  dalam pengertian ini adalah soal fakta anatomi, bukan dari kesadaran.

Kesadaran memberitahu kita apakah gerakan tertentu menyebabkan sakit, sayangnya kesadaran tidak memberitahu kita apakah gerakan yang sama berulang-ulang jutaan kali selama periode tertentu akan menyebabkan cedera. Perhatikan juga bahwa tekanan untuk gerakan tidak hanya soal posisi atau penampilan luar. Yang bisa kalian lakukan adalah mengurangi periode permainan cepat. Beli piano dan latihlah diri kalian untuk belajar bermain piano dengan cepat namun tetap ingat ya tubuh kalian punya batasan, jadi kurangi intensitas berlatihnya saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s