Cedera yang sering diabaikan pianist

Ada banyak cedera yang mendera para musisi, sehingga memunculkan banyak penelitian, diagnosis dan pengobatan baru yang dikhususkan untuk para musisi. Namun lebih banyak kajian saat ini berfokus menyelesaikan penelitian terkait cedera pianist karena memang selalu berakibat fatal. Memang seberapa besar pianist yang menjadi korban dari cederanya itu? Jawabannya mungkin sekitar 65% – 80% dari seluruh total pianist yang ada dimuka bumi.

Para peneliti telah mencoba untuk menentukan berapa persen dari para pianist instrumentalis yang menderita sakit dan cedera setidaknya sejak tahun 1980-an. Salah satu peneliti yang paling awal, ahli bedah ortopedi Australia Hunter Fry, menerbitkan beberapa makalah selama tahun 1980-an yang menunjukkan prevalensi cedera mulai dari 5% sampai 80% dari musisi. Para musisi ini terdiri dari kalangan mahasiswa dan profesional.

Salah satu studi melaporkan berita mengkhawatirkan bahwa dari 98 instrumentalis SMA , 63% dari perempuan dan 49% laki-laki menderita cedera. Anehnya sebagian besar pianist yang didiagnosis mengalami cedera ini mengaku tidak merasakan sakit sama sekali, hanya saja ketika ia berlatih lebih dari dua jam sikunya terasa agak sakit dan mereka menganggap hal ini adalah sebuah kewajaran diakibatkan gerakan berulang-ulang dalam waktu lama.

Rasa sakit seperti itu merupakan awal mula cedera berat yang pada akhirnya akan membuatmu kehilangan fungsi otot. Selain itu pianist juga kerap mengesampingkan rasa sakit di leher, bahu atay bahkan lengan bagian atas padahal nyeri-nyeri seperti ini juga sama bahayanya dengan cedera dibagian pergelangan tangan. Herannya banyak musisi yang sepakat bahwa nyeri tersebut tergolong wajar sehingga mereka tidak mengkonsultasikannya saat pergi ke dokter.

Ingatlah rasa sakit diseluruh bagian tubuh bahkan yang kalian pikir tidak berhubungan dengan pianis sebenarnya berposenti menjadi cedera dan kemungkinan besar akan mempengaruhi akurasi dan kualitas suara. Jika ingin memainkan instrumenmu dengan lebih baik mulai pikirkanlah tentang rasa sakit dibagian tubuhmu, bukan hanya berpikir bagaimana caranya beli piano klasik berharga puluhan juta rupiah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s