Musik Sebagai Penanda Identitas Seseorang

Sejarah membuktikan bahwa musik telah digunakan sejak jaman yunani untuk kepentingan penyembuhan, komunikasi, relaksasi, dan kesenangan. Bahkan ketika seorang anak masih dalam kandungan  telah mendengarkan irama detak jantung sang ibu dan pada masa kecil ketika seorang anak telah lahir selalu dinyanyikan lagu nina bobo oleh ayah, ibu, ataupun saudara-saudara terdekatnya. Setiap hari seseorang mendengarkan bunyi atau ritme yang bisa ditemukan di alam bebas seperti nyanyian burung.

Alangkah indahnya bunyi tersebut dan begitu nikmatnya manusia mendengarkan bunyi-bunyian tersebut yang tanpa kita sadar sebenarnya bunyi tersebut berjalan dengan harmonis. Artinya bunyi memberikan sebuah ketenangan jiwa bagi seseorang yang mendengarnya. Lihatlah piano, gitar, drum, bass, dan seruling yang dimainkan oleh beberapa orang dan menjadikannya lagu campur sari. Bagaimana para kakek dan nenek kita mengerakkan badan mereka seakan mereka telah menyatu dengan irama musik didalamnya. Dan bagaimana sekumpulan orang dari satu sekolah musik menampilkan pertunjukannya di pesta perkawinan maka yang terjadi adalah para undangan yang hadir menepakkan kakinya berulangkali kebawah lantai karena terbuai dengan lantunan lagu yang dibawakan oleh pemusik tersebut. Jenis musik apapun jika dimainkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang cocok baik itu oleh orkes atau anak-anak dari sekolah musik akan menghasilkan apresiasi yang baik dan ketengan batin oleh pendengarnya.

Musik juga bisa menjadi penanda identitas didalamnya seperti ketika lagu Apuse didengarkan oleh masyarakat papua atau lagu kampuang nan jauh di mato yang didengarkan oleh masyarakat minang maka respon pendengar dari daerah masing-masing tersebut akan berbeda pula. Dalam hal ini musik dapat membuat orang yang mendengarkan dan mempelajarinya secara otodidak maupun melalui kursus musik di sekolah musik akan mampu mengaktualisasikan diri terhadap kepribadian mereka dan dapat mengurangi tingkat kejenuhan dalam diri setiap orang. Nilai lebih akan didapatkan apabila dalam suatu lembaga pendidikan seperti sekolah seperti ini juga mengajarkan intrumen asli dari daerah asala seperti gamelan atau seruling. Sehingga wahana berkesenian juga sekaligus tidak hilang akar-muakarnya bahwa seni dan budaya adalah satu hal yang tak dapat dipisahkan. Karena melalui seni maka budi manusia akan semakin nampak luhur, hal ini yang membuat bangsa asing semakin tertarik dengan indentitas bangsa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s