Memahami beda antara speaker aktif dan pasif

Speaker merupakan salah satu pendamping dalam mendengarkan musik yang dapat menyempurnakan pengalamanmu dalam mendengarkan musik. Speaker yang baik adalah yang dapat menghadirkan sensasi tersendiri. Misalnya mendatangkan sensasi suara hujan, petir atau ledakan bom yang sesungguhnya sehingga pendengar serasa berada pada kejadian langsung.

Mengingat pentingnya keberadaan speaker ini, tentunya buat kamu yang hobi mendengarkan musik dan menonton film wajib memilikinya. Berapapun harganya, speaker akan membawamu ke pengalaman yang tak terlupakan. Tapi, jangan asal memilih dan membawa pulang speaker dari toko ya. Kamu harus dulu mengenal soal speaker ini. Misalnya jenis speaker atau mungkin ragam ukurannya.

Kali ini saya akan membahas mengenai jenis speakeri, yakni speaker aktif dan pasif.Semua speaker, berapapun jumlah driver, tipe tiang, tipe enclosure, atau karakteristik lainnya, termasuk dalam salah satu dari dua kategori: aktif atau pasif. Bagaimana mereka diklasifikasikan tergantung pada hubungan mereka dengan amplifier yang mengarahkan mereka.

Sebagian besar speaker yang ada dipasaran saat ini bersifat pasif. Speaker pasif tidak memiliki penguat built-in; Perlu dihubungkan ke amplifier  melalui kabel speaker biasa. Sinyal level speaker ini cukup diperkuat untuk menggerakkan speaker secukupnya.

Lain hal dengan speaker aktif, yang memiliki amplifier built-in dan mendapatkan power dari sinyal level rendah (garis-tingkat) yang dilewatkan di sepanjang kabel interkoneksi yang berasal dari preamplifier atau controller. Karena amplifier adalah perangkat elektronik yang aktif, dibutuhkan daya, sehingga harus memasang speaker aktif di dekat stopkontak.

Kalau ingin mengetahui salah satu jenis speaker aktif, subwoofer adalah salah satunya. Meski terkadang juga kita akan menemukan subwoofer pasif, dan beberapa sistem audio high-end menggunakan ini.  Namun tidak ada jenis speaker lain yang termasuk speaker aktif selain subwoofer.

Namun speaker aktif membatasi kita untuk memilih amplifier yang disesuaikan dengan sistem audio dan umumnya harganya mahal. Mereka juga jauh lebih sulit ditemukan. Sebagian besar speaker aktif termasuk kategori harga rendah / low-end (dirancang untuk dihubungkan ke PC atau pemutar CD / MP3 portabel), atau kategori high end (dimana speaker harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s